Memasuki tahun 2026–2027, Nissan sedang mengalami fase penting dalam transformasi strategis globalnya β€” dengan fokus kuat pada elektrifikasi, efisiensi produksi, dan perluasan portofolio model. Menurut rencana bisnis β€œThe Arc”, Nissan menargetkan untuk meluncurkan sekitar 30 model baru hingga 2027, termasuk 16 kendaraan elektrifikasi seperti EV, hybrid, dan plug-in hybrid, serta berbagai model mesin pembakaran internal yang disegarkan. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan pangsa pasar dan profitabilitas sambil mengatasi tantangan biaya tinggi dan persaingan ketat di industri otomotif global.

Sebagai bagian dari tren elektrifikasi, Nissan telah memperkenalkan SUV elektrifikasi terbaru di beberapa pasar, terutama The All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE. Model ini menggunakan sistem e-POWER yang memungkinkan kendaraan berjalan sepenuhnya dengan motor listrik tanpa pengisian baterai eksternal, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator. Sentuhan premium seperti sistem AWD listrik, fitur e-PEDAL 2.0, layar digital besar, kursi β€œAnti-Gravity”, dan paket keamanan Nissan Safety Shield menjadikannya salah satu SUV paling menarik dari Nissan saat ini β€” perpaduan performa, kenyamanan, dan teknologi.

Walau begitu, Nissan juga menghadapi tantangan di segmen EV murni. Misalnya, Nissan Ariya, SUV listrik yang sempat dianggap pilar EV Nissan, tidak lagi dipasarkan di Amerika Serikat untuk model ta