Perkembangan Xiaomi Auto terus menjadi sorotan dunia otomotif, terutama di industri kendaraan listrik (EV). Belakangan ini muncul laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan otomotif Amerika Serikat Ford dan Xiaomi dikabarkan tengah membahas potensi kerja sama atau joint venture untuk memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat. Namun kedua pihak secara tegas membantah laporan tersebut, menyatakan bahwa negosiasi semacam itu tidak pernah terjadi dan Xiaomi belum menjual produknya di pasar AS. Berita ini mencerminkan meningkatnya perhatian global terhadap strategi ekspansi otomotif Xiaomi di tengah persaingan teknologi dan ekonomi antarnegara.
Meski demikian, kinerja produk Xiaomi Auto di pasar domestik tetap menarik. Salah satu model unggulan perusahaan, Xiaomi SU7 Ultra, menjadi mobil listrik pertama dari China yang masuk dalam gim simulasi balap populer Gran Turismo 7 โ pencapaian yang menunjukkan upaya Xiaomi meningkatkan profil merek EV-nya di kalangan penggemar otomotif. Namun di sisi lain, penjualan SU7 Ultra mengalami penurunan tajam, dengan hanya sekitar 45 unit terjual pada Desember 2025, jauh di bawah angka ribuan unit yang dicapai pada masa puncaknya sebelumnya โ sebuah tantangan yang perlu diperhatikan Xiaomi dalam strategi penjualan dan pemasaran di masa depan.
Di tengah naik-turunnya penjualan model tertentu, Xiaomi EV secara keseluruhan menunjukkan perkembangan kuat di pasar China dan kawasan sekitarnya. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pengiriman kendaraan Xiaomi pada Januari 2026 mencapai lebih dari 39.000 unit, dengan SUV YU7 menjadi model dominan dalam penjualan. SUV ini merupakan salah satu strategi Xiaomi untuk memperluas jangkauan produk mereka di segmen yang paling populer saat ini, yakni kendaraan keluarga dan lifestyle, sekaligus menjadi pesaing bagi model SUV EV lainnya di pasar domestik dan global.
Selain fokus pada produk, Xiaomi juga terus mengembangkan infrastruktur dan teknologi yang mendukung pengalaman pemilik EV. Di antaranya adalah kolaborasi dengan perusahaan penyedia jaringan pengisian kendaraan listrik untuk memperluas akses stasiun pengisian, serta investasi pada pusat R&D otomotif di luar China, termasuk di Eropa, sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memasuki pasar global yang lebih luas. Strategi ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya berorientasi pada volume penjualan, tetapi juga pada pengembangan teknologi dan layanan pendukung yang dapat meningkatkan daya saingnya di industri otomotif yang semakin ketat.