Perkembangan terbaru dari Mazda Motor Corporation menunjukkan strategi besar dalam menghadapi perubahan pasar otomotif global dan regional. Perusahaan berencana memperkuat basis produksi di Thailand dengan investasi 5 miliar baht untuk menjadikan negara itu sebagai manufacturing hub mobil SUV kompak ber-elektrifikasi, dengan kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun yang akan melayani pasar domestik dan ekspor ke Jepang serta ASEAN. Strategi ini juga mencakup peluncuran lima model baru dari 2025 hingga 2027, termasuk dua kendaraan listrik baterai (BEV), satu plug-in hybrid dan dua hybrid untuk memenuhi permintaan pasar yang berkembang.

Di segmen produk Mazda, perhatian besar tertuju pada peluncuran generasi terbaru Mazda CX-5 2026, yang akan hadir dengan desain yang lebih segar, kenyamanan kabin yang ditingkatkan, serta teknologi infotainment mutakhir seperti sistem Google built-in dan kontrol suara yang menciptakan pengalaman pengguna lebih intuitif. Perubahan ini mencerminkan upaya Mazda untuk menyeimbangkan filosofi โ€œhuman-centric drivingโ€ dengan kenyamanan dan konektivitas modern yang semakin diminati konsumen. Selain itu, model lain seperti BT-50 facelift dan Mazda3 1.5L juga telah diperkenalkan di beberapa pasar seperti Malaysia, mengindikasikan upaya Mazda mempertahankan relevansi produk di segmen berbeda.

Di Indonesia, Mazda terus aktif memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan model-model terbaru di ajang otomotif besar seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, termasuk peluncuran All-New Mazda CX-80, SUV flagship dengan teknologi plug-in hybrid yang menjadi sorotan utama booth Mazda. Selain itu, edisi terbaru Mazda CX-3 juga diperkenalkan pada momen Hari Pelanggan Nasional dengan rangkaian program purna jual dan apresiasi pelanggan, memperlihatkan komitmen Mazda dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen Indonesia.

Namun, tantangan juga menghampiri Mazda, terutama di ranah keselamatan kendaraan. Model SUV Mazda CX-90 tengah menjadi subjek investigasi federal di Amerika Serikat terkait masalah steering (kemudi) yang lengket, setelah recall sebelumnya tidak sepenuhnya menyelesaikan keluhan pengguna. Situasi ini menambah tekanan pada Mazda untuk memastikan kualitas dan keandalan teknis pada kendaraan unggulannya di pasar global. Meski demikian, langkah strategis dalam ekspansi produk, investasi manufaktur, dan teknologi baru menunjukkan bahwa Mazda berupaya menavigasi dinamika industri otomotif menuju era elektrifikasi dan kenyamanan berkendara yang lebih tinggi.