Mazda baru-baru ini mencuri perhatian di Indonesia dengan peluncuran All-New Mazda CX-80 pada ajang IIMS 2025. SUV flagship ini menghadirkan teknologi hibrida plug-in, mengombinasikan mesin pembakaran internal dengan sistem elektrik untuk efisiensi bahan bakar sekaligus performa sporty. Kehadiran CX-80 menjadi wujud komitmen Mazda menghadirkan kendaraan yang tak hanya mewah tetapi juga ramah lingkungan dan sesuai dengan tren mobilitas masa depan.

Di sisi strategi bisnis, Mazda Indonesia merevisi target penjualannya untuk tahun 2025 menjadi sekitar 4.800 unit, turun dari proyeksi awal 6.000 unit. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya pasar otomotif domestik dan persaingan ketat dari merek-merek EV asal Tiongkok. Meski demikian, Mazda tetap optimistis dengan rencana menghadirkan dua SUV baru di GIIAS 2025, sebagai bagian dari upaya rejuvenasi lini produknya.

Dalam kerangka elektrifikasi, Mazda juga bersiap menghadirkan CX-5 generasi 2026 dengan opsi tenaga listrik dan hibrida. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Mazda tidak meninggalkan akar mobil konvensionalnya, tetapi sekaligus beradaptasi dengan era EV. Selain itu, pabrik Mazda di Thailand akan diperluas untuk memproduksi SUV compact lokal dengan kapasitas tahunan hingga 100.000 unit. Dengan investasi besar tersebut, Mazda menegaskan ambisinya sebagai produsen global yang bisa menjembatani mobil tradisional dan elektrifikasi.

Uniknya, Mazda juga bakal memperkenalkan satu mobil konsep bernama Vision di Japan Mobility Show 2025. Konsep coupe empat pintu ini membawa gaya ramping, kaca tanpa bingkai, dan filosofi desain masa depan khas Mazda. Selain itu, dalam kegiatan R&D, Mazda telah mengembangkan teknologi “Rootless Production Equipment” dengan kendaraan listrik dan mesin tradisional diproduksi di jalur yang sama, menggunakan robot AGV demi fleksibilitas produksi. Inovasi seperti ini memperlihatkan bagaimana Mazda mencoba menyelaraskan efisiensi pabrik dengan perubahan besar dalam lanskap otomotif global.