Renault mencetak pertumbuhan signifikan di segmen mobil listrik, terutama di paruh pertama 2025. Penjualan EV Renault melesat 57% dibanding periode sama tahun lalu, berkat tingginya permintaan untuk model seperti Renault 5 E-Tech. Saat ini, sekitar 44% dari total penjualan Renault Group merupakan kendaraan elektrifikasi (hybrid + listrik), yang mencerminkan komitmen kuat perusahaan ke arah elektrifikasi.

Di sisi pengembangan teknologi, Renault terus berinovasi dengan strategi berkelanjutan. Di konferensi ChangeNOW 2025, mereka menyoroti inisiatif ekonomi sirkular dan dekarbonisasi dengan program remanufaktur komponen EV — termasuk motor listrik dan baterai — di pabrik Flins, Prancis. Selain itu, untuk menekan biaya produksi, Renault mengeksplorasi pemasok motor listrik dari China untuk model generasi berikutnya.

Tak kalah penting, Renault memperluas lini EV-nya lewat kerja sama strategis. Mereka mengembangkan SUV listrik berbasis platform Geely (GEA) yang akan hadir di pasar Asia Tenggara dan Amerika Latin dengan pilihan EV murni maupun plug-in hybrid. Selain itu, produksi Renault 5 E-Tech direncanakan sepenuhnya dilakukan di Prancis mulai pertengahan 2025, menggunakan rantai pasok lokal untuk mengurangi jejak karbon.

Namun, tidak semua kabar positif: Renault sedang melakukan efisiensi besar-besaran dengan rencana pemutusan kerja terhadap 3.000 karyawan dalam fungsi pendukung seperti SDM, keuangan, dan marketing. Ini sejalan dengan tekanan pasar otomotif Eropa dan kebutuhan untuk menjaga profitabilitas di tengah investasi besar ke EV.