Ferrari baru-baru ini mengumumkan salah satu momen paling besar dalam sejarahnya dengan memperkenalkan Ferrari Luce, yang akan menjadi mobil listrik produksi pertama dari merek ikonik Italia ini. Luce direncanakan akan diluncurkan secara penuh pada Mei 2026, dan menarik perhatian bukan hanya oleh statusnya sebagai EV pertama Ferrari, tetapi juga karena desain interiornya yang kolaboratif dengan studio desain ternama LoveFrom — yang pernah bekerja dengan desain iPhone — sehingga menggabungkan estetika mewah khas Ferrari dengan sentuhan teknologi modern.
Perkembangan ini menandai pergeseran strategi Ferrari di tengah tekanan global menuju elektrifikasi, meskipun pabrikan tetap menjaga identitas kuatnya pada mesin pembakaran internal yang legendaris. Ferrari menegaskan kembali bahwa mesin bensin klasik tetap menjadi inti produknya, dan rencana elektrifikasi dilakukan secara bertahap agar performa dan karakter khas “Prancing Horse” tidak hilang begitu saja. Hal ini menunjukkan Ferrari berupaya seimbang antara tradisi dan inovasi di era mobil listrik tanpa mengorbankan DNA performa yang menjadi ciri khasnya.
Selain itu, Ferrari juga punya rencana besar lain di luar segmen mobil penumpang. Tim Scuderia Ferrari telah memperkenalkan mobil balap terbarunya, SF-26, untuk musim Formula 1 2026 yang akan dibalap oleh pembalap seperti Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Mobil ini dibangun dari regulasi F1 baru yang mencakup power unit lebih ramah lingkungan serta aerodinamika yang diperbarui, dengan harapan Ferrari bisa mengakhiri periode tanpa gelar kejuaraan sejak lama.
Dari sisi bisnis, Ferrari juga menunjukkan performa yang kuat. Perusahaan memperkirakan pendapatan dan laba meningkat untuk tahun 2026, didorong oleh permintaan tinggi terhadap model-model mewah dan personalisasi, serta kehadiran model baru seperti Luce dan beberapa supercar lain di pasar. Meskipun tantangan global seperti fluktuasi mata uang dan investasi besar dalam teknologi baru tetap ada, Ferrari berhasil mencatat margin yang sehat dan prospek finansial yang positif.
Dengan kombinasi peluncuran inovatif, strategi bisnis yang kuat, dan persiapan kompetitif di ajang Formula 1, Ferrari tampak siap menghadapi masa depan otomotif yang lebih kompleks — namun tetap setia mempertahankan ciri khas performa serta gaya khasnya.