Renault tengah memperkuat komitmennya terhadap kendaraan listrik (EV) dan kendaraan ramah lingkungan. Salah satu langkah besar baru-baru ini adalah peluncuran van listrik generasi baru Renault Trafic E‑Tech di pameran otomotif internasional 2025. Van ini dibangun di atas platform listrik generasi baru — dengan arsitektur 800V — sehingga memungkinkan pengisian baterai yang cepat dan efisiensi tinggi. Renault juga melanjutkan ekspansi lini EV-nya dengan model-model lain yang menyasar segmen berbeda, membuktikan transformasinya menuju era mobilitas listrik.

Tidak hanya kendaraan komersial, Renault juga makin aktif memperluas pasar global melalui restrukturisasi bisnis dan kerjasama strategis. Sebagai contoh, perusahaan kini memperdalam kolaborasinya dengan Geely di Brasil melalui pembentukan perusahaan patungan — memungkinkan produksi mobil listrik dan low-emission di pasar Amerika Latin. Di Asia, Renault menunjukkan ambisi jangka panjang dengan memperkuat operasinya di India — termasuk investasi besar untuk produksi SUV dan ekspor — sebagai bagian dari strategi global memperluas pasar di luar Eropa.

Namun, langkah-langkah ambisius tersebut datang dalam kondisi industri otomotif global yang penuh tantangan. Tahun 2025 ini, Renault juga menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan regulasi, sehingga manajemen mengambil langkah efisiensi operasional. Sebagai bagian dari penataan ulang aliansi global, Renault memutuskan mengurangi ketergantungan saham silang dengan mitranya, membuka ruang bagi strategi yang lebih fleksibel dalam menghadapi pasar yang bergejolak.

Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun penting bagi Renault: mereka berusaha merangkul masa depan lewat elektrifikasi, memperluas jangkauan global melalui kerja sama internasional, sekaligus melakukan penyesuaian strategis agar tetap kompetitif. Bagi konsumen dan pengamat otomotif, ini berarti Renault bukan lagi sekadar pembuat mobil konvensional — tetapi terus berubah menjadi pemain serius di era EV dan mobilitas global.